
CIREBON – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) mengutus dua dosennya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Public Speaking, yang dilaksanakan pada 11–13 Desember 2024 di bawah fasilitasi LSP ESQ Communication berstandar BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Dua dosen tersebut adalah Sastra Abijaya, S.Sos., M.Si. dan Reza Mochammad Yanuar, S.IP., MA. Keduanya dinyatakan kompeten setelah menjalani rangkaian pelatihan selama dua hari dan uji sertifikasi pada hari ketiga. Pelatihan ini mencakup materi penyusunan naskah pidato serta praktik langsung public speaking yang relevan dengan peran dosen sebagai fasilitator dan komunikator di dalam serta di luar kelas.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk respons terhadap tuntutan dunia pendidikan tinggi di era globalisasi, di mana dosen dituntut untuk memiliki soft skill dan hard skill yang tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga profesional.
“Kemampuan public speaking bukan hanya penting dalam menyampaikan materi perkuliahan, tetapi juga dalam menjalin komunikasi dengan mitra, pemerintah, dan masyarakat. Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi yang dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap dosen dan institusi,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Pelatihan dan sertifikasi ini juga mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menuntut pengajar memiliki pendekatan lintas disiplin, kolaboratif, dan inovatif. Selain itu, dengan sertifikasi ini, para dosen dapat lebih percaya diri ketika terlibat dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, atau kolaborasi eksternal. Program Studi Ilmu Pemerintahan berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak dosen, guna menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan kompetitif baik di tingkat lokal maupun nasional. (***)