
CIREBON – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan dosen. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menyelenggarakan Pelatihan Analis Kebijakan dan Uji Kompetensi bagi para dosen dari berbagai program studi.
Kegiatan ini berlangsung pada 28–30 November 2024 dan menjadi bagian dari upaya universitas dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks. Tidak hanya mengajar dan meneliti, dosen kini dituntut mampu menganalisis, merancang, dan mengevaluasi kebijakan pendidikan secara kritis dan berbasis data.
Menggandeng narasumber nasional, Dr. Lina Miftahul Jannah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, pelatihan ini menyajikan berbagai materi mendalam mulai dari teori analisis kebijakan, teknik menyusun policy brief hingga praktik langsung dalam bentuk studi kasus. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, ia juga membimbing para peserta memahami seluk-beluk penyusunan policy paper dan policy memo.
“Sangat penting bagi dosen untuk memahami kebijakan, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pihak yang bisa memberikan masukan atau bahkan merumuskan kebijakan baru,” ujar Dr. Lina dalam salah satu sesi pelatihan.
Kegiatan ini ditutup dengan uji kompetensi yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi Universitas Wijaya Putra Surabaya. Dua dosen UMC, yaitu Dea Angkasa Putri Supardi, S.IP., M.AP. dan Rochmat Hidayat, S.Sos., M.Si., berhasil meraih predikat kompeten dalam uji tersebut.
“Pelatihan ini membuka cakrawala berpikir saya. Analisis kebijakan bukan hanya soal teori, tapi juga seni membaca konteks dan data,” ujar Dea Angkasa Putri Supardi, salah satu peserta yang kemudian berhasil meraih sertifikasi kompeten.
Tak hanya Dea, rekannya Rochmat Hidayat pun lulus uji kompetensi. Keberhasilan keduanya menjadi penanda bahwa pelatihan ini memberikan dampak nyata, baik secara keilmuan maupun profesional.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat posisi dosen sebagai kontributor aktif dalam pembangunan sistem pendidikan yang lebih baik. Melalui pemahaman yang mendalam dan kemampuan menganalisis kebijakan, para dosen diharapkan dapat mentransfer ilmu ini kepada mahasiswa, menciptakan lulusan yang tanggap terhadap dinamika kebijakan publik.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dosen UMC tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga keahlian praktis yang diakui secara profesional. Lebih dari itu, pelatihan ini juga diharapkan membawa dampak berkelanjutan, termasuk pada peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kepercayaan publik terhadap institusi.
“Dengan adanya sertifikasi ini, dosen kami semakin siap berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang berbasis riset, baik di tingkat kampus maupun di ranah kebijakan yang lebih luas,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Rektorat UMC menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam merancang kebijakan publik berbasis data dan riset. Selain itu, sertifikasi kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan lembaga mitra terhadap hasil kajian dosen UMC.


UMC menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ke depan, akan ada lebih banyak pelatihan sejenis untuk memperkuat peran dosen sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan analisis kebijakan. Sebagian besar peserta juga merasa puas dengan materi dan metode pelatihan yang digunakan. (***)