
CIREBON – Dalam upaya memperkuat implementasi pembelajaran berbasis praktikum di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Workshop Kurikulum dan Pemanfaatan Laboratorium Pelayanan Publik Berbasis Digital pada 4–5 Juli 2024. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memaksimalkan fungsi laboratorium sebagai sarana pendukung praktikum mahasiswa, khususnya dalam bidang manajemen pelayanan publik, kebijakan publik, dan e-government.
Workshop yang diikuti oleh 13 peserta dan 5 undangan ini menghadirkan narasumber utama Bapak Muhammad Kamil, S.IP., MA, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang.
Bangun Kompetensi Dosen dan Mahasiswa di Era Digital
Laboratorium Pelayanan Publik Berbasis Digital dirancang sebagai media simulatif pelayanan administrasi publik tingkat desa yang terintegrasi secara digital. Dalam laboratorium ini, mahasiswa akan diajak berlatih membuat sistem pelayanan administrasi publik yang meliputi pemodelan data kependudukan, simulasi pelayanan surat elektronik, hingga perancangan regulasi, SOP, dan desain tata letak layanan (seat plan).
“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dosen dalam hal pemanfaatan laboratorium, tapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan praktis mereka,” ujar panitia kegiatan.
Langkah Awal Pengembangan Laboratorium Terpadu
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama, yaitu pemaparan materi mengenai kurikulum dan pemanfaatan laboratorium, serta diskusi interaktif mengenai pemetaan mata kuliah yang dapat diimplementasikan dalam bentuk praktikum. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman penting tentang pengembangan laboratorium sebagai media pembelajaran.
Meski demikian, masih ditemukan kebutuhan mendesak untuk penyusunan SOP penggunaan laboratorium agar dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan praktikum di semester mendatang.
Rekomendasi untuk Pengembangan Berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi pijakan awal menuju optimalisasi pemanfaatan laboratorium pelayanan publik sebagai bagian integral dari proses pendidikan berbasis proyek (project-based learning). Rekomendasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya pelatihan lanjutan dan penyusunan petunjuk teknis pemanfaatan laboratorium agar dapat berfungsi maksimal sebagai sarana inovatif dalam pembelajaran. (***)