
CIREBON – Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menjalani program magang selama empat bulan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini berlangsung dari Agustus hingga Desember 2024, dengan tujuan utama memperluas pengalaman dan kompetensi mahasiswa dalam memahami langsung proses legislatif nasional.
Kegiatan magang ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi Ilmu Pemerintahan UMC dan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, yang diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada Agustus 2024 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, perwakilan dosen, dan mahasiswa peserta magang.
Dalam kegiatan magang, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami peran, fungsi, dan mekanisme kerja lembaga legislatif. Mereka terlibat langsung dalam kegiatan legislatif sehari-hari, mulai dari pengumpulan data dan riset kebijakan, hingga mengikuti proses diskusi dan pengambilan keputusan. Tak hanya itu, mahasiswa juga dilatih untuk mengasah keterampilan komunikasi, analisis kebijakan publik, dan memahami interaksi antara lembaga legislatif dan masyarakat.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Ilmu Pemerintahan UMC untuk memperkuat sinergi dengan lembaga negara sekaligus memperluas jejaring mitra nasional. Selain mendukung penguatan soft skill dan hard skill mahasiswa, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kapasitas dosen melalui program praktisi mengajar, pelatihan SDM, serta potensi kolaborasi dalam publikasi ilmiah dan kegiatan edukatif lainnya.

Memberi Dampak Nyata Bagi Mahasiswa dan Prodi
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMC menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja. “Mahasiswa yang mengikuti magang di DPR RI memperoleh pengalaman yang sangat berharga yang tak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial dan budaya. Mereka melihat langsung proses demokrasi dan pemerintahan bekerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, kolaborasi ini juga memperkuat posisi Prodi dalam hal rekognisi nasional, peningkatan publikasi kolaboratif, serta peningkatan kemampuan kolaborasi para dosen.
Saran untuk Pengembangan Ke Depan
Sebagai tindak lanjut, pihak program studi mendorong perluasan bentuk kerja sama, tidak hanya dalam bentuk magang mahasiswa tetapi juga peluang pengembangan kapasitas dosen, seperti program rekognisi, pelatihan, dan riset bersama.
Dengan program seperti ini, UMC menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terhubung dengan dunia nyata dan kebutuhan bangsa.(***)
