Sejarah

ChatGPT Image Apr 13, 2025, 02_40_34 AM

Sejarah FISIP UMC

Jejak Perjalanan Kami

Pada awal pendirian Universitas Muhammadiyah Cirebon di tahun 2000, terbentuklah 3 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ekonomi (FE). UMC didirikan pada tahun 2000 berdasarkan SK MendiknasNo. 203/D/0/2000 pada 28 September 2000. Pada awalnya FISIP UMC mengelola tiga program studi yakni S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan dan D3 Hubungan Masyarakat. Pada tahun 2019, D3 Hubungan Masyarakat melebur ke dalam Fakultas Vokasi. Fakultas Ilmu Sosial Politik UMC  berada di kampus dua UMC Jalan Fatahillah Watubelah Sumber. Kawasan ini merupakan kawasan strategis yang yakni di pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon di Sumber. Akses menuju kampus FISIP UMC merupakan koneksi antara jalur nasional pantura dan tidak jauh dengan akses tol Trans Jawa. Selain itu lokasi ini tidak jauh dengan koneksi jalur selatan Jawa Barat (Cirebon, Kuningan, Ciamis, Tasik, Bandung). Selanjutnya pada tahun 2019, D3 Humas kembali masuk ke FISIP UMC.

Kehadiran FISIP UMC di tengah masyarakat merupakan salah satu terobosan strategis untuk pengembangan wilayah. Dengan posisi lokasi yang dapat diakses oleh berbagai wilayah, FISIP UMC harus mampu menjadi mercusuar yang menerangi  pembangunan kawasan khususnya di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.. Pada akhirnya kehadiran FISIP UMC diharapkan memiliki kontribusi positif khususnya menciptakan sumberdaya manusia yang unggul, profesional, mandiri dan islami sebagai modal dalam membangun bangsa.

Dalam rangka merealisasikan kiprah FISIP UMC maka dibuatlah beberapa perencanaan strategi (Renstra).  Renstra ini tentunya tersusun dalam tinjauan aspek analisis tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dimiliki oleh FISIP UMC. Renstra ini dibuat sebagai peta jalan (road map) yang akan dijadikan panduan oleh FISIP UMC dan merupakan ijtihad kreatif. Dengan demikian semua aktivitas atau program yang akan dilakukan harus (a) bertumpu pada kekuatan institusi; (b) responsif terhadap peluang-peluang yang ada; dan (c) harus didukung dengan rencana yang visible. Selain itu, rencana strategis juga akan dijadikan panduan evaluasi pelaksanaan program.